Breaking
Memuat breaking news...

Asap Karhutla Mulai Merambat ke Sarawak, Indonesia Andalkan Jaringan ASEAN dan Hujan Buatan untuk Redam Dampaknya

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 7.51 AM WIB
Asap Karhutla Mulai Merambat ke Sarawak, Indonesia Andalkan Jaringan ASEAN dan Hujan Buatan untuk Redam Dampaknya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Jakarta — Musim kemarau baru saja memasuki fase paling kering, dan tanda-tanda asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai terdeteksi bergerak lintas batas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat indikasi awal kabut asap dari Kalimantan Barat yang mengarah ke Sarawak, Malaysia — sinyal yang membuat pemerintah kembali menggenjot langkah pencegahan sebelum situasi memburuk.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan dalam taklimat pers di Jakarta, Kamis (13/8), bahwa Indonesia terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga lewat mekanisme regional yang sudah tersedia di lingkup ASEAN. Kementerian Luar Negeri, kata Nabyl, bekerja sama dengan berbagai kementerian dalam negeri sekaligus memanfaatkan jalur pemantauan dan pertukaran informasi antarnegara ASEAN.

Landasan utama strategi regional ini adalah ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution, perjanjian yang diteken pada 2002. Lewat perjanjian ini, negara-negara anggota bisa saling berbagi data secara real-time dan menyelaraskan langkah penanganan ketika asap dari pembukaan lahan atau kebakaran hutan mulai menyeberang batas negara.

Untuk menekan dampak karhutla terhadap masyarakat maupun lingkungan negara tetangga, pemerintah menjalankan kombinasi beberapa langkah sekaligus: patroli darat, pemadaman lewat water bombing, operasi modifikasi cuaca (hujan buatan), serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Nabyl menegaskan seluruh langkah ini dijalankan secara berkala — tidak menunggu ada keberatan resmi dari negara mana pun. Ia juga memastikan sejauh ini Indonesia belum menerima nota protes resmi dari negara-negara tetangga terkait kebakaran hutan dan lahan tahun ini.

Merespons indikasi asap yang mulai bergerak ke Sarawak, Kementerian Kehutanan memperluas operasi modifikasi cuaca di wilayah perbatasan. Jadwalnya sudah ditetapkan: Kalimantan Tengah pada 11–15 Agustus, Kalimantan Barat pada 13–17 Agustus, dan Riau berlangsung lebih panjang, dari 30 Juli hingga 22 Agustus.

Catatan Editor: Berita yang tersedia belum menyebutkan data konkret seperti jumlah titik api terkini, luas lahan yang sudah terbakar, atau tingkat kepekatan asap yang terdeteksi menuju Sarawak — sehingga sejauh mana dampaknya benar-benar dirasakan di wilayah tetangga masih belum bisa dipastikan. Klaim bahwa belum ada nota protes dari negara tetangga juga berasal dari satu sumber, yakni pihak Kemlu RI sendiri, dan belum dikonfirmasi silang dengan pernyataan pemerintah Malaysia.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait