KUALA LUMPUR — Kabut asap pekat yang diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali melumpuhkan aktivitas pendidikan di Malaysia. Ribuan sekolah di negara itu terpaksa ditutup sementara selama lima hari demi keselamatan para siswa.
Penutupan dilakukan setelah Indeks Kualitas Udara (AQI) di beberapa wilayah Malaysia melonjak ke tingkat tidak sehat hingga berbahaya. Otoritas pendidikan Malaysia mengambil langkah drastis itu untuk melindungi anak-anak dari paparan udara beracun.
Bukan Kejadian Pertama
Penutupan sekolah akibat kabut asap lintas batas bukanlah insiden tunggal. Peristiwa serupa berulang hampir setiap musim kemarau, ketika titik-titik api bermunculan di sejumlah wilayah Indonesia dan asapnya terbawa angin hingga ke Malaysia dan Singapura.
Selain mengganggu pendidikan, kabut asap juga memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan, serta menurunkan jarak pandang dan produktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Sorotan ke Penegakan Hukum
Krisis tahunan ini kembali memantik sorotan terhadap penanganan karhutla di Indonesia. Sejumlah kalangan menilai akar masalahnya bukan sekadar faktor cuaca, melainkan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang masih terus terjadi.
Kritik juga diarahkan pada penegakan hukum yang dinilai belum memberi efek jera terhadap para pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi. Audit perizinan lahan dan penindakan tegas tanpa pandang bulu menjadi tuntutan yang terus disuarakan.
"Setiap kali sekolah ditutup dan anak-anak terpaksa menghirup udara beracun, itu adalah pengingat bahwa ada yang salah dalam tata kelola dan penegakan hukum."
Pemerintah Malaysia sendiri bersikap reaktif dengan menutup sekolah dan membagikan masker, sembari menuntut solusi konkret dari Indonesia dalam koridor diplomasi. Sementara itu, di dalam negeri, pemerintah Indonesia didesak tidak hanya reaktif memadamkan api, tetapi juga proaktif membasmi akar masalahnya.
Rakyat di kedua negara berhak atas udara bersih dan masa depan yang tidak berasap. Jika tidak ada langkah nyata, kabut asap lintas batas dipastikan akan terus berulang dari tahun ke tahun.
Sumber: UganArt.id


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda