Amerika Serikat memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarganya untuk meninggalkan Arab Saudi, menyusul eskalasi serangan kelompok Houthi yang menewaskan sejumlah orang di bandara sipil dan fasilitas minyak dalam beberapa hari terakhir.

Perintah evakuasi dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (22/10), setelah serangan terhadap Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam, kota di timur Arab Saudi. Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Saudi, sementara penerbangan dialihkan dan operasi bandara sempat terhenti.

Di hari yang sama, Kementerian Energi Saudi melaporkan pasukan pertahanan berhasil mencegat pesawat nirawak yang menargetkan fasilitas minyak. Namun puing-puing reruntuhan drone menewaskan dua orang — warga Filipina dan Nepal — serta melukai dua lainnya.

Perintah Resmi Washington

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyampaikan perintah tersebut melalui platform X. Ia menegaskan evakuasi berlaku untuk pegawai non-darurat dan keluarga mereka di Arab Saudi.

"Kelompok Houthi yang didukung Iran kian meningkatkan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya yang mengakibatkan korban sipil dan gangguan perjalanan berat," tulis Pigott.

Reuters melaporkan empat pejabat AS menyebut Washington juga berencana menarik anggota keluarga dari sejumlah misi AS lain di kawasan. Namun Pigott membantah laporan itu dan menegaskan perintah evakuasi hanya berlaku untuk Arab Saudi.

Perang Saudi-Houthi Memanas Lagi

Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok pemberontak Yaman itu menargetkan sejumlah bandara besar Saudi, termasuk bandara internasional di Riyadh yang dilaporkan menjadi serangan paling mematikan di kerajaan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Gencatan senjata selama empat tahun antara kedua pihak runtuh di tengah perang yang melibatkan Iran, dengan Arab Saudi mengalami serangan hampir setiap hari bulan ini. AS sebelumnya juga beberapa kali mengeluarkan perintah evakuasi serupa tahun ini di tengah ketegangan regional.

Saudi belum menuding pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Dammam, dan Houthi juga tidak mengklaim serangan tersebut.

Sumber: DW News