China mengecam keras keputusan Amerika Serikat melarang produk kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan rintisan China, DeepSeek, digunakan di instansi-instansi sipil federal. Beijing memperingatkan akan ada langkah balasan.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS meminta seluruh instansi sipil federal menghapus produk-produk DeepSeek serta produk dan layanan pihak ketiga yang dikembangkan menggunakan DeepSeek dari sistem teknologi informasi mereka. Aturan itu juga melarang instansi sipil membeli produk dan layanan DeepSeek.

Kecurigaan Washington terhadap Beijing

Pemberitahuan resmi yang dipublikasikan Senin (20/10) menuduh model-model DeepSeek menghadirkan berbagai ancaman. Pemerintah AS menilai server DeepSeek berada di China dan otoritas China berpotensi mengakses infrastruktur perusahaan swasta serta data sensitif Amerika.

Larangan ini mencerminkan dalamnya ketidakpercayaan strategis antara Beijing dan Washington, kata George Chen, konsultan dari The Asia Group di Washington. Hal ini terjadi di tengah upaya Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menjaga hubungan pribadi mereka tetap hangat dan konstruktif.

China Mengecam Keras

Menanggapi larangan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan China akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China. "China selalu menentang penyalahgunaan konsep keamanan nasional," ujarnya kepada wartawan di Beijing.

Kementerian Perdagangan China juga menyampaikan penentangan keras terhadap langkah AS tersebut. Menurut mereka, AS mengabaikan kesepahaman antara Xi dan Trump serta memandang situasi hubungan ekonomi perdagangan kedua negara secara sempit.

"Melalui pembatasan diskriminatif dengan dalih keamanan nasional, AS berupaya menekan dan membendung China. China akan mencermati situasi ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya secara tegas," demikian pernyataan kementerian itu.

Perlombaan Teknologi AI

DeepSeek tidak segera menanggapi permintaan komentar. Model-model AI buatan DeepSeek bersifat terbuka dan banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, serta sebagian besar gratis.

AI diperkirakan akan menjadi salah satu agenda saat Trump dan Xi kembali bertemu pada pertengahan November di sela-sela KTT APEC di Shenzhen, China. Keduanya terakhir bertemu pada September saat Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington.

Batasan yang dipimpin AS masih melarang China mengakses cip AI paling canggih dan mesin pembuatnya. AS juga menuduh perusahaan rintisan AI China, termasuk DeepSeek, melakukan penyulingan besar-besaran atas kemampuan model-model AI canggih Amerika, tuduhan yang dibantah Beijing.

Pekan lalu, Beijing justru meluncurkan rancangannya sendiri untuk membatasi ekspor model-model AI canggih tertentu.

Sumber: CNA