Breaking
Memuat breaking news...

AS Gempur Iran Malam ke-12 Berturut-turut, Teheran Siapkan Skenario Hadapi Invasi Darat

Qaplo
Qaplo
Kamis, 23 Juli 2026 - 8.25 AM WIB
AS Gempur Iran Malam ke-12 Berturut-turut, Teheran Siapkan Skenario Hadapi Invasi Darat
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TEHERAN - Konflik militer Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya kembali menyerang sejumlah sasaran militer Iran pada Rabu pukul 17.30 waktu Timur AS, atau Kamis dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Ini adalah serangan malam ke-12 secara berturut-turut sejak rangkaian operasi militer AS terhadap Iran dimulai — tanda bahwa keterlibatan AS bukan lagi aksi sesaat, melainkan kampanye militer yang berkelanjutan.

Di tengah situasi itu, seorang sumber militer Iran mengungkapkan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, dalam laporan yang dipublikasikan Kamis, bahwa angkatan bersenjata Iran telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan AS — termasuk opsi paling ekstrem, yakni invasi darat.

"Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington melakukan kesalahan dengan melancarkan invasi darat," ujar sumber tersebut kepada RIA Novosti.

Sumber yang tidak disebutkan namanya itu mengklaim setiap serangan ulang ke fasilitas nuklir atau infrastruktur vital Iran akan dibalas dengan respons yang, menurutnya, jauh melampaui perkiraan AS. Ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump, katanya, justru mempercepat kesiapan operasional militer Teheran menghadapi kemungkinan invasi — dan ia menegaskan segala konsekuensi dari memanasnya hubungan kedua negara menjadi tanggung jawab Washington.

Dari sisi AS, CENTCOM menyampaikan lewat platform X bahwa misi ini akan terus berlanjut untuk mengurangi kemampuan Iran mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintas di perairan kawasan.

Rangkaian serangan ini merupakan bagian dari konflik yang bermula dari bentrokan Israel-Iran pertengahan Juni 2025, sebelum Amerika Serikat ikut turun tangan menyerang sejumlah fasilitas nuklir strategis Iran. Dua belas malam serangan berturut-turut dari CENTCOM menegaskan bahwa ini bukan operasi sekali pukul, melainkan kampanye militer yang terus berjalan.

Selama konflik berlangsung, serangan yang terjadi masih berbentuk serangan udara dan rudal. Klaim kesiapan Iran menghadapi skenario invasi darat berarti membicarakan level eskalasi yang jauh lebih besar dari yang sudah terjadi. Dibaca dari sisi militer, pernyataan ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Teheran tidak menutup kemungkinan konflik meluas — meski hingga kini belum ada indikasi resmi dari AS bahwa opsi invasi darat sedang dipertimbangkan.

Pernyataan CENTCOM soal melindungi pelaut sipil dan kapal komersial mengindikasikan kekhawatiran AS terhadap potensi gangguan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz — salah satu jalur distribusi minyak tersibuk di dunia. Gangguan di jalur ini berisiko memengaruhi harga energi global, sehingga konflik ini berdampak jauh melampaui dua negara yang terlibat langsung.

Pernyataan soal kesiapan militer Iran ini berasal dari sumber anonim yang dikutip media asing dan belum dapat diverifikasi secara independen. Klaim semacam ini lazim muncul di tengah konflik sebagai bagian dari sikap masing-masing pihak, sehingga publik perlu menyikapinya secara proporsional sambil menunggu perkembangan resmi dari kedua negara.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pemerintah Iran maupun Gedung Putih yang mengonfirmasi atau membantah rencana skenario tersebut secara langsung. (sputnik)

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait