Breaking
Memuat breaking news...

AS Desak China Tingkatkan Transparansi Militer Usai Uji Rudal Strategis

Qaplo
Qaplo
Selasa, 7 Juli 2026 - 11.18 AM WIB
AS Desak China Tingkatkan Transparansi Militer Usai Uji Rudal Strategis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Washington - Amerika Serikat kembali mendorong China untuk membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai pengendalian senjata setelah Beijing mengumumkan keberhasilan uji peluncuran rudal strategis dari kapal selam. Washington menilai komunikasi yang lebih terbuka diperlukan untuk mengurangi risiko kesalahpahaman di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan kemampuan militer negara-negara besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott pada Senin. Menurutnya, pemerintah AS masih berharap China bersedia terlibat dalam pembahasan yang lebih substantif terkait pengendalian senjata dan transparansi aktivitas militer strategis.

Menurut Pigott, pemerintah AS menilai peningkatan kemampuan nuklir China dalam beberapa tahun terakhir masih menimbulkan kekhawatiran karena dinilai belum disertai keterbukaan informasi yang memadai.

"Peningkatan senjata nuklir Beijing yang cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan dan dunia," kata Pigott.

AS Minta Pemberitahuan Peluncuran Rudal

Selain mendorong dialog, Washington meminta Beijing memberikan pemberitahuan rutin terkait peluncuran rudal balistik antarbenua maupun wahana antariksa.

Menurut AS, mekanisme pemberitahuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko salah tafsir terhadap aktivitas militer yang berpotensi memicu ketegangan antarnegara.

Pigott mengatakan praktik serupa telah menjadi bagian dari komitmen yang dijalankan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau kelompok P5 yang terdiri atas Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Amerika Serikat juga menegaskan tetap berkomitmen menjalankan kewajiban pertahanannya terhadap sekutu dan mitra di berbagai kawasan.

China Sebut Uji Coba Bersifat Rutin

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan China menyatakan peluncuran rudal strategis tersebut merupakan bagian dari latihan militer tahunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Menurut pemerintah China, rudal yang diuji menggunakan hulu ledak tiruan dan tidak ditujukan kepada negara maupun sasaran tertentu.

Beijing menyebut latihan tersebut sebagai bagian dari program rutin untuk menguji kesiapan sistem pertahanan nasional serta kemampuan operasional militernya.

Pernyataan itu sejalan dengan penjelasan China dalam sejumlah latihan sebelumnya yang disebut sebagai bagian dari modernisasi pertahanan dan peningkatan kesiapan militer.

Mengapa Uji Rudal Ini Menjadi Perhatian?

Uji coba rudal strategis selalu mendapat perhatian internasional karena berkaitan dengan keseimbangan kekuatan militer global.

Rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) merupakan sistem senjata yang dirancang untuk menjangkau target dalam jarak sangat jauh, bahkan melintasi benua. Karena kemampuannya tersebut, setiap peluncuran ICBM biasanya dipantau secara ketat oleh negara-negara lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan AS dan China tidak hanya diwarnai persaingan ekonomi dan teknologi, tetapi juga meningkatnya perhatian terhadap isu keamanan, modernisasi militer, serta perkembangan kemampuan nuklir kedua negara.

Dialog Pengendalian Senjata Masih Menjadi Tantangan

Berbeda dengan masa Perang Dingin ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki sejumlah perjanjian pengendalian senjata, hingga kini belum terdapat kerangka pengaturan yang komprehensif antara Washington dan Beijing.

Dalam konteks hubungan dua negara besar, jalur komunikasi militer dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat memperbesar ketegangan ketika terjadi aktivitas pertahanan berskala besar.

Sejumlah pengamat keamanan internasional menilai komunikasi yang berkelanjutan dapat membantu membangun kepercayaan di tengah persaingan geopolitik yang semakin kompleks. Namun perkembangan ke arah tersebut masih bergantung pada kesiapan kedua negara untuk memperluas dialog di bidang keamanan dan pertahanan.

Situasi Terkini

Hingga saat ini belum ada indikasi bahwa uji peluncuran rudal terbaru China memicu perubahan langsung terhadap kondisi keamanan internasional. Meski demikian, peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya mekanisme komunikasi antarnegara pemilik kemampuan militer strategis.

Belum ada pengumuman mengenai jadwal pembicaraan baru antara Washington dan Beijing terkait pengendalian senjata. Namun isu transparansi aktivitas militer diperkirakan tetap menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan kedua negara pada periode mendatang.

sumber: sputnik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait