Breaking
Memuat breaking news...

Apple Buka Peluang Jual Kuota Tambahan Pemakaian AI Lewat iCloud+

Administrator
Administrator
Jumat, 31 Juli 2026 - 6.06 AM WIB
Apple Buka Peluang Jual Kuota Tambahan Pemakaian AI Lewat iCloud+
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Apple tampaknya sedang menimbang skema baru bagi pengguna yang ingin memakai fitur AI-nya secara lebih intensif: membayar lebih untuk mendapat kuota tambahan. Sinyal ini muncul dari mulut Tim Cook sendiri, dalam earnings call Kamis lalu -- yang menariknya, juga menjadi panggilan hasil kuartalan terakhir yang ia pimpin sebagai CEO Apple.

Pertanyaan itu awalnya datang dari Michael Ng, analis Goldman Sachs, yang menanyakan bagaimana biaya komputasi AI Apple akan tertutupi seiring makin banyaknya orang memakai Apple Intelligence dan Siri AI. Cook menjawab tanpa berputar-putar. Ia meyakini akan ada banyak pengguna yang memakai fitur-fitur itu secara intensif.

"Kami akan punya semacam opsi upgrade di iCloud Plus, di mana orang bisa membeli lebih banyak dari paket yang tersedia," kata Cook, seperti tercatat dalam transkrip yang dipublikasikan Six Colors. Ia menambahkan bahwa Apple akan melihat dulu bagaimana respons pasar terhadap opsi tersebut.

Cook juga tidak menutupi bahwa Apple belum punya rencana matang soal biaya komputasi ini. "Ini masih tahap awal bagi kami," ujarnya, sembari menyebut Apple memakai model hybrid -- kombinasi antara pusat data milik sendiri dan layanan cloud pihak ketiga -- untuk menopang kebutuhan komputasi di balik fitur-fitur AI tersebut.

Pernyataan Cook ini bukan muncul begitu saja. Pada Juni lalu, bertepatan dengan pengumuman iOS 27 di WWDC, Apple sudah lebih dulu menyebut bahwa sejumlah fitur AI-nya -- termasuk pembuatan gambar -- memiliki batas pemakaian harian karena bergantung pada model server yang berat secara komputasi. Ketika itu Apple menyebut "akses tambahan" sudah tersedia di sebagian besar paket iCloud+, namun belum menjelaskan skema berbayar khusus bagi pengguna berat.

Beberapa laporan media teknologi turut mengonfirmasi bahwa batas pemakaian harian pada fitur-fitur berbasis cloud di iOS 27 bisa dihilangkan lewat langganan iCloud+ -- meski detail soal tingkatan atau harga tambahan belum diumumkan resmi.

Musim gugur ini, Apple akan meluncurkan Siri AI secara luas bersamaan dengan iOS 27. Versi baru asisten digital ini bisa menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang tampil di layar pengguna, sekaligus mengambil tindakan langsung lintas aplikasi. Yang berbeda dari sebelumnya, Siri kini juga hadir sebagai aplikasi mandiri dengan antarmuka mirip chatbot layaknya ChatGPT -- lengkap dengan riwayat percakapan yang tersinkron lewat iCloud.

Menariknya, di dalam aplikasi itu pengguna bahkan bisa beralih memakai ChatGPT tanpa keluar dari Siri, meski riwayat percakapan antara keduanya tidak saling terhubung.

Pernyataan soal skema berbayar ini disampaikan di tengah laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026 Apple, yang ditutup akhir Juni. Perusahaan melaporkan pendapatan sebesar 109,4 miliar dolar AS, naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya -- rekor tertinggi untuk kuartal Juni.

Namun pendapatan dari segmen layanan, tempat iCloud+ berada, tercatat 30,74 miliar dolar AS. Angka ini memang tumbuh sekitar 12 persen dibanding tahun lalu, tapi meleset dari ekspektasi analis yang memperkirakan sekitar 31,22 miliar dolar AS.

Ada satu hal yang membuat momen ini terasa lebih bermakna: earnings call Kamis lalu adalah yang terakhir dipimpin Tim Cook sebagai CEO Apple. John Ternus dijadwalkan resmi mengambil alih kursi kepemimpinan pada 1 September mendatang. Artinya, keputusan soal bagaimana Apple akhirnya memonetisasi Apple Intelligence -- apakah lewat tingkatan iCloud+ baru, biaya tambahan per fitur, atau skema lain -- kemungkinan besar akan jatuh ke tangan CEO barunya, bukan Cook.

Belum ada informasi resmi soal kapan skema "buy up the stack" ini akan benar-benar diluncurkan, berapa besaran biayanya, atau fitur AI spesifik mana saja yang akan dibatasi kuotanya. Cook sendiri masih menyebutnya sebagai kemungkinan, bukan keputusan final.

Yang jelas, tekanan biaya komputasi AI tampaknya mulai menjadi pertimbangan serius bagi Apple -- terlebih di tengah kenaikan harga komponen akibat kelangkaan chip memori yang belakangan turut mendongkrak harga sejumlah lini produk Mac dan iPad.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait