Angkatan Kerja Jakarta Tembus 5,53 Juta Orang, Pemprov Sebut Jadi Modal Kekuatan Ekonomi Kota

QAPLO - Jumlah angkatan kerja di Jakarta kini mencapai sekitar 5,53 juta orang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai angka ini bukan sekadar statistik, melainkan modal penting yang bisa menggerakkan roda perekonomian ibu kota, asalkan diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta periode Februari 2026, dari total 5,53 juta angkatan kerja tersebut, sebanyak 5,20 juta orang sudah bekerja. Sisanya, sekitar 334 ribu orang, masih berstatus menganggur.
"Angkatan kerja juga bertambah menjadi sekitar 5,53 juta orang menunjukkan optimisme masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam dunia kerja," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Taufik, saat membuka Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026).
Tingkat Pengangguran Menurun
Selain jumlah angkatan kerja yang bertambah, BPS juga mencatat perbaikan pada sisi pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta pada Februari 2026 berada di angka 6,03 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Berdasarkan data BPS DKI Jakarta periode Februari 2026, bahwa kondisi ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan perkembangan yang positif. Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT tercatat sebesar 6,03 persen, menurun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 6,18 persen," jelas Taufik.
Penurunan setengah poin persentase ini memang tidak besar. Tapi di tengah tekanan ekonomi global dan gelombang efisiensi di sejumlah sektor usaha, tren penurunan TPT bisa dibaca sebagai sinyal bahwa pasar kerja Jakarta masih mampu menyerap sebagian tambahan angkatan kerja setiap tahunnya.
Kualitas SDM Jadi Pekerjaan Rumah
Taufik menegaskan, besarnya jumlah tenaga kerja saja tidak cukup. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
"Tenaga kerja merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Digitalisasi dan kemajuan teknologi, kata dia, ikut mengubah pola serta kompetensi yang dibutuhkan di berbagai sektor industri. Kondisi ini membuat tantangan ketenagakerjaan Jakarta tidak lagi sesederhana menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga menyangkut kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan produktivitas, serta perluasan kesempatan kerja yang inklusif," ucapnya.
Jakarta Timur, Wilayah dengan Penduduk Terbanyak
Taufik juga menyoroti posisi Jakarta Timur sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di DKI Jakarta. Fakta demografis ini, menurutnya, membuat penyediaan lapangan kerja di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius dari berbagai pihak.
"Besarnya jumlah penduduk usia kerja dan lulusan baru setiap tahun menuntut adanya perluasan kesempatan kerja yang lebih masif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga," katanya.
Persoalannya, penyerapan tenaga kerja dari sisi dunia usaha belum sepenuhnya menggembirakan. Taufik mengutip data dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menyebut perusahaan-perusahaan pada tahun ini masih relatif minim membuka kesempatan kerja baru.
"Dapat saya sampaikan bahwa hasil rilis dari teman-teman Apindo Indonesia, bahwa di tahun ini perusahaan-perusahaan masih sangat minim untuk memberikan kesempatan kerja," ujarnya.
Situasi ini menggambarkan kesenjangan yang perlu dijembatani: di satu sisi jumlah pencari kerja terus bertambah, di sisi lain daya serap industri belum tumbuh secepat itu. Bagi Taufik, pertemuan antara pasokan tenaga kerja yang besar dengan permintaan dunia usaha inilah yang perlu terus difasilitasi pemerintah.
Career Fest Sebagai Salah Satu Jembatan
Sebagai salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnakertransgi DKI Jakarta menggelar Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I secara hybrid, gabungan daring dan luring.
Untuk jalur daring, pendaftaran dan akses lowongan kerja sudah dibuka sejak 21 Juli dan akan berlangsung hingga 5 Agustus 2026 melalui laman career.jakarta.go.id. Adapun pelaksanaan luring berlangsung dua hari, Selasa hingga Rabu, 28-29 Juli 2026, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Pencari kerja yang berdomisili di Jakarta Timur maupun wilayah sekitarnya bisa memanfaatkan kedua jalur tersebut untuk mengakses informasi lowongan sekaligus mengikuti proses rekrutmen langsung dari perusahaan yang berpartisipasi.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda