Breaking
Memuat breaking news...

Anggota DPR AS Layangkan Surat ke Infantino, Soroti Kedekatannya dengan Trump

Qaplo
Qaplo
Selasa, 28 Juli 2026 - 6.24 AM WIB
Anggota DPR AS Layangkan Surat ke Infantino, Soroti Kedekatannya dengan Trump
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, melayangkan surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, meminta yang bersangkutan hadir di hadapan Komite Kehakiman DPR AS (House Judiciary Committee) yang saat ini dikuasai Partai Republik. Permintaan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kedekatan Infantino dengan pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang dan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Raskin, yang menjabat sebagai Ranking Member atau perwakilan senior dari kubu minoritas di komite tersebut, meminta Infantino menyerahkan lima dokumen atau catatan komunikasi ke komite paling lambat 9 Agustus 2026. Permintaan itu disampaikan lewat surat yang dipublikasikan resmi lewat rilis pers.

Lima Poin yang Diminta Raskin

Di antara lima permintaan tersebut, Raskin ingin FIFA membuka daftar segala bentuk pemberian bernilai—mulai dari transfer uang, hadiah, penghargaan, hingga undangan tampil di depan umum—yang diterima Trump, anggota pemerintahannya, keluarga mereka, atau entitas yang berafiliasi dengan mereka, termasuk Trump Organization.

Ia juga meminta seluruh catatan kunjungan tamu di kantor FIFA di Miami dan New York, serta semua dokumen komunikasi sejak 2024 dengan pejabat AS terkait perkara yang sedang ditangani Departemen Kehakiman atau lembaga pemerintah AS lainnya.

Permintaan Raskin ini tidak lepas dari sejumlah peristiwa yang memicu spekulasi soal kedekatan Infantino dengan Trump. Desember lalu, di acara pengundian grup Piala Dunia, Infantino memberikan penghargaan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump—penghargaan kontroversial yang diciptakan Infantino sendiri untuk mengapresiasi individu yang dinilai berjasa menciptakan perdamaian dunia.

Sorotan terhadap penghargaan ini kian tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, hanya sekitar tiga bulan setelah penghargaan itu diberikan.

Kasus Kartu Merah Balogun Ikut Jadi Sorotan

Hubungan Infantino dengan Trump kembali dipertanyakan setelah FIFA memutuskan menangguhkan sanksi larangan bermain striker timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang sebelumnya terkena kartu merah. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia. Trump sendiri mengonfirmasi secara terbuka bahwa ia sempat menelepon Infantino untuk menanyakan kemungkinan banding atas kartu merah tersebut, sementara New York Post melaporkan bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Trump turut membantu federasi sepak bola AS (US Soccer) menyiapkan proses banding itu.

Infantino membantah tudingan adanya campur tangan politik dalam keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa komite disiplin yang memutuskan penangguhan sanksi Balogun bersifat independen dari FIFA.

New York Post turut melaporkan awal bulan ini bahwa Trump disebut ingin mengusulkan Infantino sebagai calon sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya, menyusul rencana pengunduran diri Antonio Guterres pada akhir masa jabatan keduanya di bulan Desember.

Infantino Membalas Lewat Media Sosial

Menanggapi gelombang kritik, Infantino mengunggah pernyataan panjang berisi 15 slide di akun Instagram pribadinya. Ia menuduh para pengkritiknya "menyebarkan kebencian dan rumor palsu" dari balik layar, dan menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung tanpa insiden kekerasan maupun gangguan keamanan.

Ia juga secara khusus menyinggung Haiti—negara yang masuk daftar larangan perjalanan (travel ban) versi pemerintahan Trump—dengan memuji bagaimana sepak bola berhasil membawa negara itu tampil di panggung dunia, meski disebutnya sebagai negara yang banyak orang tidak bisa atau memilih untuk tidak mengunjunginya.

Soal penangguhan sanksi Balogun, Infantino tidak menyebutnya secara eksplisit, namun menyatakan bahwa keputusan semacam itu lazim dan diterima luas di berbagai liga besar dunia.

Respons dari Gedung Putih

Ditanya soal surat Raskin, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, memberikan pernyataan keras kepada media The Athletic dengan menyebut Raskin sebagai "gagasan orang bodoh tentang orang pintar". Ingle menambahkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Trump berhasil mendatangkan pendapatan miliaran dolar dan dorongan ekonomi besar bagi kota-kota tuan rumah, serta berlangsung aman dan lancar bagi jutaan penggemar dan atlet dari seluruh dunia.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak FIFA maupun Infantino secara langsung atas surat permintaan kehadiran dari Komite Kehakiman DPR AS tersebut. Partai Demokrat saat ini berstatus minoritas di DPR AS dengan 212 kursi, berbanding 219 kursi milik Partai Republik, sementara pemilu DPR berikutnya akan digelar November mendatang.

  • Anggota DPR AS dari Demokrat, Jamie Raskin, meminta Presiden FIFA Gianni Infantino hadir di depan Komite Kehakiman DPR AS terkait kedekatannya dengan pemerintahan Trump.

  • Raskin meminta lima dokumen/komunikasi diserahkan paling lambat 9 Agustus 2026, termasuk daftar pemberian bernilai kepada Trump dan lingkarannya.

  • Sorotan bermula dari pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump serta penangguhan sanksi kartu merah pemain AS, Folarin Balogun, yang disebut melibatkan intervensi telepon Trump ke Infantino.

  • Infantino membantah adanya campur tangan politik dan menyebut komite disiplin FIFA bersifat independen.

  • Gedung Putih membela Trump dan mengkritik keras langkah Raskin.

  • Belum ada tanggapan resmi dari FIFA atau Infantino atas surat tersebut hingga artikel ini ditulis.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait