Delitua - Seorang anak di bawah umur di Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan kehilangan sepeda motor setelah diduga diperdaya tiga orang pelaku. Modus yang digunakan pelaku disebut bermula dari pertanyaan
Delitua - Seorang anak di bawah umur di Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan kehilangan sepeda motor setelah diduga diperdaya tiga orang pelaku. Modus yang digunakan pelaku disebut bermula dari pertanyaan alamat, lalu berkembang menjadi tuduhan yang membuat korban mengikuti arahan mereka.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Jalan Kolam, Kecamatan Delitua. Kasus tersebut kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Delitua, Polrestabes Medan, pada Senin, 1 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang masih di bawah umur saat itu sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat. Di tengah perjalanan, korban dihentikan tiga orang yang datang menggunakan dua sepeda motor.
Kronologi Korban Diperdaya
Siti Zahara, keluarga korban, mengatakan salah satu pelaku awalnya bertanya kepada korban tentang alamat lapangan Futsal LM. Korban menjawab tidak mengetahui lokasi tersebut.
“Salah seorang dari pelaku bertanya kepada korban alamat lapangan Futsal LM. Karena tidak tahu, korban yang merupakan sepupu saya itu menjawab tidak tahu,” kata Siti usai membuat laporan polisi.
Menurut Siti, pelaku kemudian mengubah percakapan dengan menyebut bahwa kakaknya ditampar oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor Beat. Pelaku lalu mengajak korban untuk melihat orang yang dimaksud.
Karena merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan, korban mengikuti ajakan tersebut. Dari Jalan Kolam, korban masih mengendarai sepeda motornya sendiri.
Namun, saat tiba di persimpangan Jalan Perwira, Kecamatan Delitua, korban diminta berhenti dan memarkirkan sepeda motornya. Tidak lama setelah itu, kunci sepeda motor korban diambil salah seorang pelaku.
Korban Ditinggalkan, Motor Hilang
Setelah kunci motor diambil, korban dibonceng oleh salah satu pelaku dengan alasan akan diajak melihat kakak pelaku. Korban kemudian diturunkan di kawasan Jalan Perwira dan diminta menunggu sebentar.
Setelah sekitar lima menit menunggu, korban curiga karena pelaku tidak kembali. Ia lalu mengecek lokasi awal sepeda motornya diparkir, tetapi kendaraan tersebut sudah tidak ada.
“Korban kemudian diantar pulang oleh warga. Sesampainya di rumah, ia menceritakan kejadian itu kepada saya,” ujar Siti.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam keluaran 2026. Keluarga korban berharap laporan yang telah dibuat ke Polsek Delitua segera ditindaklanjuti.
Warga Perlu Waspada Modus Serupa
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama orang tua dan remaja, agar lebih waspada terhadap modus kejahatan yang diawali percakapan sederhana di jalan. Pelaku kejahatan dapat memakai alasan bertanya alamat, meminta bantuan, atau membuat tuduhan tertentu untuk membuat korban bingung.
Anak-anak dan remaja sebaiknya tidak mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal, apalagi jika diminta meninggalkan kendaraan atau menyerahkan kunci. Jika berada dalam situasi mencurigakan, lebih aman meminta bantuan warga sekitar, menghubungi keluarga, atau mendatangi kantor polisi terdekat.
Hingga artikel ini disusun, informasi mengenai identitas para pelaku belum dijelaskan dalam bahan awal. Kasus ini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.