Breaking
Memuat breaking news...

Abaikan Teguran Trump, Israel Gempur Pabrik Petrokimia Iran

Qaplo
Qaplo
Selasa, 9 Juni 2026 - 5.29 PM WIB
Abaikan Teguran Trump, Israel Gempur Pabrik Petrokimia Iran
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Hubungan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas petrokimia di wilayah barat daya Iran pada Senin (8/6/2026). Langkah agresif ini tetap dilakukan meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menahan diri demi menjaga momentum diplomasi.

Serangan yang menyasar kompleks petrokimia Mahshahr ini menjadi operasi militer pertama sejak kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati pada 8 April lalu. Kantor berita lokal Iran, Fars, mengonfirmasi adanya kerusakan pada sebagian infrastruktur vital akibat hantaman rudal tersebut.

Ketegangan Baru di Tengah Upaya Diplomasi Trump

Beberapa jam sebelum jet tempur Israel melepaskan rudal, Donald Trump sempat memberikan pernyataan yang mengecilkan dampak ketegangan ini terhadap proses negosiasi. Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menegaskan otoritasnya dalam proses perdamaian antara AS dan Teheran.

"Saya yang menentukan semuanya, dia (Netanyahu) bukan pihak yang menentukan," ujar Trump, menunjukkan bahwa dirinya tetap memegang kendali penuh atas arah diplomasi AS di kawasan tersebut.

Laporan internal menyebutkan Trump sempat berbicara dengan Netanyahu selama sekitar 30 menit dari klub golfnya di New Jersey untuk mendesak penghentian serangan. Namun, Israel tampaknya memilih jalan lain. Sebelum menyerang Iran, militer Israel juga menggempur wilayah Beirut, Lebanon, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan meluncurkan rentetan rudal balistik ke wilayah Israel.

Saling Balas Serangan Udara

Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa Israel menggunakan rudal balistik yang dilepaskan dari pesawat tempur dalam operasi di Mahshahr. Sebagai aksi balasan, IRGC mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Ramat David di dekat Nazareth. Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan berhasil mencegat rudal-rudal kiriman Iran tersebut.

Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mengungkapkan bahwa Iran setidaknya menembakkan 11 rudal balistik ke arah wilayahnya. Ketegangan kian meluas setelah sirene peringatan dini juga berbunyi di Yerusalem akibat adanya ancaman rudal yang diduga diluncurkan dari wilayah Yaman.

Dampak Ekonomi Global: Harga Minyak Melonjak

Eskalasi militer ini langsung direspons negatif oleh pasar keuangan global. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan hari Senin. Kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent kembali menembus angka di atas US$96 per barel.

Para pelaku pasar khawatir konflik ini akan mengganggu stabilitas jalur distribusi energi di Timur Tengah, terutama karena Iran masih menutup sebagian akses pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Negosiasi yang Masih Menemui Jalan Buntu

Meskipun Trump optimistis kesepakatan damai masih bisa dicapai, perbedaan posisi antara AS dan Iran di meja perundingan masih sangat tajam. Iran mengajukan sejumlah syarat berat, termasuk pencabutan seluruh sanksi ekonomi, pencairan aset miliaran dolar yang dibekukan, serta pengakuan atas pengaruh mereka di Selat Hormuz.

Di sisi lain, AS menuntut penghentian total program nuklir Iran tanpa syarat dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran bebas. Muncul pula wacana dari Washington untuk menggunakan aset Iran yang dibekukan sebagai dana kompensasi kerusakan bagi negara-negara Teluk, sebuah rencana yang ditentang keras oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dengan ancaman langkah hukum internasional.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait