Ginjal merupakan organ vital yang bertugas menyaring kelebihan cairan, membuang sisa metabolisme, serta menyingkirkan zat-zat beracun yang sudah tidak dibutuhkan tubuh. Jika organ berbentuk kacang ini rusak, ia tak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan normal. Kabar baiknya, kerusakan ginjal bisa dicegah lewat kebiasaan sederhana sehari-hari.
Dokter Saddam Ismail, dalam kanal YouTube-nya, membagikan delapan langkah praktis untuk menjaga kesehatan ginjal. Berikut rangkumannya.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan
Memenuhi kebutuhan cairan adalah cara paling mudah sekaligus paling sering disepelekan. Banyak orang hanya minum ketika haus atau setelah makan. Padahal, asupan air yang cukup mempermudah ginjal menyaring darah dan membuang zat beracun, sekaligus menjaga keseimbangan mineral dan air dalam tubuh.
Meski begitu, dr. Saddam mengingatkan agar tidak berlebihan. Minum yang cukup — sekitar dua liter per hari — membuat kerja ginjal ringan. Jika terlalu banyak, ginjal justru bekerja terlalu berat membuang kelebihan cairan.
2. Jangan Minum Obat Sembarangan
Kebiasaan menjadi "tukang obat dadakan" masih sering terjadi di Indonesia: diberi resep dokter saat sakit, lalu ketika gejala mirip muncul kembali, membeli obat yang sama di apotek tanpa tujuan dan dosis yang jelas. Padahal, konsumsi obat sembarangan bisa merusak ginjal, sebab ginjal bertugas membuang sisa metabolisme termasuk kelebihan obat dari tubuh. Obat antinyeri dan antiradang, misalnya, harus diwaspadai — selain melukai lambung, penggunaan sembrono juga membahayakan ginjal.
3. Hindari Alkohol
Alkohol memiliki sifat diuretik yang meningkatkan produksi urine, sehingga mengganggu keseimbangan cairan dan mineral tubuh. Jika konsumsi alkohol tidak dibatasi, kerusakan bisa terjadi pada ginjal kanan, kiri, atau bahkan keduanya.
4. Jaga Pola Makan
Penyebab ginjal rusak yang paling umum adalah diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pola makan sehat — memperbanyak buah-buahan dan sayuran — membantu mencegah kedua penyakit tersebut, yang artinya sama dengan menjaga ginjal.
Selain itu, dr. Saddam menyarankan mengurangi makanan berlemak dan makanan tinggi purin seperti jeroan. Purin berlebih meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh, yang memperberat kerja ginjal dan bisa berujung kerusakan.
5. Batasi Asupan Garam
Makanan yang tinggi natrium atau terlalu asin memicu tekanan darah tinggi. Kondisi hipertensi membuat kerja ginjal makin berat, dan jika dibiarkan, ginjal bisa rusak. Menurut dr. Saddam, bukan berarti garam tidak boleh dipakai sama sekali — namun batasi agar masakan tidak asin.
6. Protein Secukupnya, Jangan Berlebihan
Protein memang dibutuhkan tubuh, tetapi kelebihan justru menjadi beban. Sisa protein yang tidak terpakai dibuang melalui ginjal, sehingga konsumsi protein berlebih membuat ginjal harus menyaring lebih banyak asam amino dan fungsinya menurun. Kebutuhan protein normal berkisar 60–65 gram per hari, dan itulah yang sebaiknya dipenuhi tanpa dilebihkan.
7. Rutin Berolahraga
Olahraga teratur menyehatkan seluruh tubuh, termasuk ginjal. Kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah menjadi lebih terkendali — tiga hal yang semuanya berkaitan langsung dengan kesehatan ginjal. Tak perlu olahraga berat: lari, joging, jalan santai, bersepeda, atau senam selama sekitar 30 menit per hari — atau total 150 menit dalam sepekan — sudah cukup.
8. Berhenti Merokok
Rokok mengandung banyak zat kimia beracun yang masuk ke tubuh dan mengganggu pembuluh darah, termasuk pembuluh darah ginjal. Akibatnya, fungsi ginjal bisa rusak. Dr. Saddam mengajak perokok untuk mulai mengurangi kebiasaan merokok — setelah makan, setelah bekerja, atau saat santai — hingga benar-benar berhenti.
Sebagian orang mungkin menganggap kedelapan langkah ini mudah, sebagian lain sulit. Namun yang pasti, semuanya membutuhkan niat untuk hidup lebih sehat.
Sumber: CARA MENJAGA KESEHATAN GINJAL - DOKTER SADDAM ISMAIL — YouTube - Saddam Ismail


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda