Warga Provinsi Alberta menolak tegas gagasan memisahkan diri dari Kanada. Hasil tidak resmi pemungutan suara yang digelar Senin, 19 Oktober 2026, menunjukkan sekitar 76 persen pemilih memilih tetap menjadi bagian Kanada, sementara hanya sekitar 24 persen yang mendukung dimulainya proses menuju pemisahan.
Hasil tersebut menjadi kemenangan besar bagi pendukung persatuan Kanada sekaligus pukulan berat bagi gerakan separatis yang selama ini menggaungkan kemerdekaan Alberta.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyambut baik hasil referendum itu. Menurut Carney, rakyat Alberta telah membuat pilihan yang jelas untuk bersatu, membangun bersama, dan saling menjaga.
"Ini bukan permainan poker. Suara yang menentang Kanada adalah gertakan berbahaya yang akan membawa bertahun-tahun ketidakpastian dan hilangnya peluang bagi rakyat Alberta dan Kanada."
Carney juga menegaskan bahwa negara tersebut jauh lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya, dan menyebut hasil referendum memberi semangat baru bagi seluruh rakyat Kanada untuk maju bersama.
Pertaruhan politik Danielle Smith
Premier Alberta Danielle Smith dari Partai United Conservative (UCP) turut menyambut hasil awal penghitungan suara. Ia menyatakan rakyat Alberta telah memilih Alberta yang lebih kuat di dalam Kanada yang bersatu.
Bagi Smith, referendum ini adalah pertaruhan politik yang rumit. Ia menggelar pemungutan suara tersebut setelah didesak sayap separatis di dalam partainya sendiri, sembari tetap menyatakan dukungan pada persatuan Kanada.
Data Elections Alberta mencatat hampir 1,9 juta suara sudah dihitung. Sekitar 1,3 juta pemilih atau 43 persen pemilih yang memenuhi syarat bahkan sudah memberikan suara sebelum hari pemungutan suara melalui pencoblosan awal dan pos, angka yang lebih tinggi dibanding referendum provinsi sebelumnya pada 2021.
Separatis belum menyerah
Meski kalah telak, para aktivis separatis belum sepenuhnya menyerah. Pemimpin gerakan separatis Keith Wilson menyebut setidaknya seperempat warga Alberta merasa provinsi tersebut perlu diperlakukan lebih baik oleh pemerintah federal.
Sementara itu, Jeffrey Rath, tokoh separatis lainnya, menyatakan akan mendorong rapat umum khusus untuk mengganti Smith dari kursi pimpinan partai. Ia menuding Smith sebagai seorang federalis yang membuat kemerdekaan Alberta hanya akan menjadi mimpi.
Sepuluh pertanyaan dalam satu surat suara
Pertanyaan soal pemisahan diri sejatinya hanya satu dari sepuluh pertanyaan yang diajukan kepada warga Alberta. Sembilan pertanyaan lainnya menyangkut kebijakan imigrasi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kewenangan konstitusional provinsi.
Penghitungan suara diperkirakan memakan waktu berhari-hari. Keterlambatan pada sekitar 100 dari 1.400 tempat pemungutan suara sempat membuat pengumuman hasil mundur lebih dari dua jam.
Referendum ini menjadi referendum pertama soal kemerdekaan dalam sejarah Alberta. Gejolaknya dipicu ketegangan lama antara Alberta yang kaya minyak dengan pemerintah federal di Ottawa, yang dituding mengekang sektor energi dan mengabaikan kepentingan provinsi.
Sumber: The Guardian


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda