14.495 Keluarga di Bengkulu Terima PKH, Pemkot Dorong Kemandirian Ekonomi14.495 Keluarga di Bengkulu Terima PKH, Pemkot Dorong Kemandirian Ekonomi

BENGKULU - Sebanyak 14.495 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bengkulu telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga triwulan II tahun 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menilai program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga berpenghasilan rendah, tetapi juga berperan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Penyaluran bantuan dilakukan kepada keluarga yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi pemerintah. Selain memastikan bantuan diterima oleh pihak yang berhak, Pemkot Bengkulu juga terus memperbarui data penerima agar penyaluran bantuan sosial tetap tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan penyaluran bantuan kepada ribuan keluarga tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Penyaluran bantuan PKH kepada 14.495 warga Kota Bengkulu pada triwulan II merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berupaya memastikan setiap keluarga rentan mendapatkan haknya sesuai ketentuan," ujar Afriyenita di Bengkulu, Kamis.
Dari sisi ekonomi, PKH bukan sekadar bantuan tunai yang diberikan kepada keluarga penerima. Program ini juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok ketika kondisi ekonomi rumah tangga masih terbatas.
Dana bantuan umumnya dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan, membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan gizi, serta mengakses layanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, maupun anggota keluarga lainnya. Dengan berkurangnya beban pengeluaran tersebut, keluarga penerima memiliki ruang yang lebih besar untuk mengelola keuangan rumah tangga.
Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Karena itu, ketika daya beli keluarga berpendapatan rendah tetap terjaga, aktivitas ekonomi di tingkat lokal juga berpotensi tetap bergerak melalui belanja kebutuhan sehari-hari.
Pemkot Bengkulu menyebut penyaluran bantuan pada triwulan II berlangsung lancar berkat koordinasi antara Dinas Sosial, pendamping PKH, serta instansi terkait.
Peran pendamping tidak berhenti pada proses administrasi. Mereka juga memberikan pendampingan kepada keluarga penerima agar bantuan digunakan sesuai tujuan program, terutama untuk mendukung pendidikan anak, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, serta memenuhi kebutuhan pokok.
Salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan sosial adalah memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria. Untuk itu, Dinas Sosial Kota Bengkulu terus melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat secara berkala.
Langkah tersebut bertujuan menyesuaikan data dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Melalui pembaruan data, pemerintah berupaya mengurangi potensi salah sasaran sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran bantuan sosial.
Afriyenita mengatakan seluruh pendamping PKH terus diingatkan agar menjalankan tugas secara profesional dan menjaga integritas selama proses pendampingan maupun verifikasi data.
"Kami terus mengingatkan seluruh pendamping PKH agar bekerja secara profesional dan mengedepankan integritas dalam melakukan pendampingan maupun validasi data. Dengan begitu, bantuan sosial dapat tersalurkan secara adil dan tepat sasaran," katanya.
Selain memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Bengkulu juga mendorong penerima PKH mengikuti program graduasi. Program ini ditujukan bagi keluarga yang kondisi ekonominya telah membaik sehingga secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada bantuan sosial.
Dengan semakin banyak keluarga yang mandiri, bantuan pemerintah dapat dialihkan kepada rumah tangga lain yang masih berada dalam kondisi rentan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program perlindungan sosial lebih efektif sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Pemerintah juga mengimbau seluruh penerima bantuan memanfaatkan dana PKH secara bijaksana dengan memprioritaskan kebutuhan utama keluarga, seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, dan kebutuhan pangan sehari-hari.
Keberhasilan Program Keluarga Harapan tidak hanya diukur dari jumlah keluarga yang menerima bantuan, tetapi juga dari kemampuan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ketepatan data penerima menjadi faktor penting agar anggaran bantuan sosial benar-benar dimanfaatkan oleh keluarga yang membutuhkan. Di sisi lain, keberhasilan program graduasi menunjukkan bahwa bantuan sosial tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman, tetapi juga menjadi sarana mendorong masyarakat menuju kondisi ekonomi yang lebih mandiri.
Melalui penyaluran PKH yang disertai pembaruan data dan pendampingan berkelanjutan, Pemkot Bengkulu berharap program ini mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam menjaga kesejahteraan keluarga rentan maupun mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui masyarakat yang semakin produktif.
sumber: antara
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda