KINSHASA — Demonstrasi menentang rencana perubahan konstitusi di Republik Demokratik Kongo pecah di sejumlah kota, Rabu (16/9/2026). Warga marah karena rencana amandemen tersebut berpotensi membuka jalan bagi Presiden Felix Tshisekedi untuk mencalonkan diri ke masa jabatan ketiga.
Aksi digelar di Ibu Kota Kinshasa dan sejumlah kota besar lainnya. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Kantor berita Reuters, yang turut melaporkan langsung dari lapangan, juga mencatat polisi melepaskan tembakan peringatan di Kinshasa.
Digerakkan oleh Koalisi Oposisi C64
Aksi ini digelar atas seruan Coalition Article 64 (C64) — aliansi kelompok oposisi yang menentang rencana perubahan konstitusi yang dinilai dapat memperpanjang masa kekuasaan Tshisekedi.
Di Kinshasa, ratusan demonstran turun ke jalan sambil membawa bendera berbagai partai politik. Menurut saksi mata Reuters, aksi ini awalnya berlangsung damai, sebelum akhirnya terjadi bentrokan antara pendukung oposisi dan kelompok pendukung pemerintah.
Penangkapan di Mbandaka
Gelombang aksi juga menjalar ke Mbandaka, ibu kota Provinsi Equateur di wilayah barat laut Kongo. Menurut keterangan aktivis setempat, sekitar 10 orang ditangkap, sementara sekitar 100 aktivis lainnya dibubarkan paksa oleh aparat keamanan.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda