Qaplo – Dalam perkembangan yang cukup mengejutkan, investor properti memberikan dampak besar terhadap pasar perumahan. Mereka mencakup sepertiga dari seluruh properti hunian keluarga tunggal yang terjual pada kuartal kedua 2025. Angka ini
Qaplo – Dalam perkembangan yang cukup mengejutkan, investor properti memberikan dampak besar terhadap pasar perumahan. Mereka mencakup sepertiga dari seluruh properti hunian keluarga tunggal yang terjual pada kuartal kedua 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kuartal pertama dan menjadi persentase tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Meningkatnya jumlah rumah yang dimiliki investor dapat dikaitkan dengan kemampuan mereka menyediakan likuiditas yang dibutuhkan di tengah lemahnya pasar penjualan rumah, sekaligus menambah pasokan properti yang sangat diperlukan. Menurut Ivo Draginov, salah satu pendiri sekaligus Chief Innovation Officer BatchData, investor tidak hanya membeli rumah, tetapi juga menjual lebih dari 104.000 unit pada kuartal kedua, dengan 45% di antaranya dijual kepada pembeli rumah tradisional.
Meski investor institusional besar sering menjadi sorotan dalam sektor penyewaan rumah keluarga tunggal, investor kecil justru memainkan peran yang sangat besar. Mereka mencakup lebih dari 90% pasar. Investor individu ini biasanya memiliki 10 properti atau kurang dan menjadi salah satu pendorong permintaan rumah. Sebaliknya, investor institusional, yaitu pihak yang memiliki 1.000 properti atau lebih, hanya mencakup sekitar 2% dari seluruh rumah milik investor.
Salah satu tren menarik di kalangan investor institusional besar adalah mereka kini menjual lebih banyak rumah daripada yang mereka beli. Pergeseran ini telah terjadi selama enam kuartal berturut-turut. Perubahan tersebut berarti persaingan bagi investor kecil dan pembeli rumah tradisional menjadi lebih rendah, sekaligus menambah pasokan rumah sewa ke pasar. Hal ini penting mengingat banyak orang dewasa muda saat ini lebih memilih menyewa karena persoalan keterjangkauan harga rumah.
Secara regional, Texas, California, dan Florida menempati posisi teratas dalam jumlah rumah yang dimiliki investor, terutama karena populasi mereka yang besar. Sebaliknya, negara bagian seperti Hawaii, Alaska, Montana, dan Maine memiliki persentase rumah milik investor tertinggi, yang mencerminkan kuatnya sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Preferensi investor umumnya berfokus pada rumah dengan harga lebih rendah yang menawarkan potensi keuntungan terbaik saat dijual kembali beberapa tahun kemudian. Harga rata-rata yang dibayar investor pada kuartal kedua tahun ini adalah $455.481, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar $512.800. Meski angka ini menjadi harga rata-rata investor tertinggi dalam enam kuartal terakhir, penting untuk dicatat bahwa harga rumah secara keseluruhan masih terus naik.
Menariknya, investor besar cenderung membeli di pasar perumahan yang lebih kecil atau lebih murah, dengan harga pembelian rata-rata sebesar $279.889. Sementara itu, harga jual rata-rata mereka mencapai $334.787. Investor institusional terutama terkonsentrasi di wilayah Midwest dan Selatan, di mana harga rumah berada di bawah rata-rata nasional.
Secara keseluruhan, meningkatnya peran investor properti menunjukkan betapa pentingnya kontribusi mereka dalam menyediakan likuiditas di tengah pasar penjualan rumah yang melambat, sekaligus menambah pasokan rumah untuk dibeli maupun disewa.