Qaplo (Jawa Timur) – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mencapai sekitar 1.000
Qaplo (Jawa Timur) – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 08.16 WIB. Kolom letusan teramati naik hingga sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal, mengarah ke utara dan barat laut,” ujarnya dalam laporan resmi yang diterima di Lumajang pada Minggu.
Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi erupsi selama 114 detik.
Sebelum erupsi tersebut, Gunung Semeru juga sempat meletus pada pukul 07.43 WIB. Namun, saat itu tinggi kolom letusan tidak dapat teramati karena area puncak tertutup kabut tebal. Meski demikian, aktivitas gempa letusan tetap terekam dengan amplitudo maksimum 21 mm dan berlangsung selama 106 detik.
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini dinilai berpotensi terdampak awan panas dan banjir lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Selanjutnya, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru juga dilarang karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Petugas pemantau gunung api turut mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat terjadi di sejumlah sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru.
Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan sistem aliran Besuk Kobokan.