Qaplo – Bagi Timeka Gomillion yang berusia 35 tahun, menjalani beberapa pekerjaan sambil menempuh pendidikan teknik komputer di University of the District of Columbia telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia bekerja sebagai usher
Qaplo – Bagi Timeka Gomillion yang berusia 35 tahun, menjalani beberapa pekerjaan sambil menempuh pendidikan teknik komputer di University of the District of Columbia telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia bekerja sebagai usher di sebuah tempat acara dan sebagai resepsionis di pusat mahasiswa, mengatur jadwal yang padat karena kebutuhan finansial.
Gomillion bukan satu-satunya. Dengan biaya hidup yang terus meningkat, banyak warga Amerika mulai menerapkan income stacking, yaitu mengambil beberapa sumber pekerjaan untuk memperkuat stabilitas keuangan. Hal ini bisa berupa side hustle atau pekerjaan freelance di samping pekerjaan penuh waktu, atau menggabungkan beberapa pekerjaan paruh waktu. Bahkan, data pemerintah terbaru menunjukkan bahwa hampir 8,4 juta orang dewasa di Amerika Serikat, atau sekitar 5,2% dari angkatan kerja, saat ini bekerja lebih dari satu pekerjaan.
Kemajuan teknologi membuat peluang mendapatkan penghasilan tambahan semakin mudah. Platform seperti DoorDash dan Uber memungkinkan pekerjaan pengantaran yang fleksibel, sementara Fiverr dan Upwork menghubungkan freelancer dengan klien di seluruh dunia. Media sosial juga membuka peluang sebagai influencer, dan TaskRabbit memungkinkan seseorang mengambil berbagai pekerjaan kecil sesuai permintaan.
Bagi sebagian orang, income stacking bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang pengembangan keterampilan. Contohnya Aidan Hoo, mahasiswa berusia 19 tahun di Northern Virginia Community College, yang menjalani tiga pekerjaan paruh waktu sebagai teknisi audiovisual dan siaran sambil belajar ilmu komputer.
“Mengambil pekerjaan membantu saya membayar biaya kuliah,” katanya, “tetapi juga membantu saya mempelajari keterampilan baru.”
Sebuah survei terbaru Fiverr menemukan bahwa 64% responden Gen Z percaya memiliki beberapa sumber penghasilan sangat penting untuk keamanan finansial. Lebih dari setengahnya, yaitu 55%, menilai bahwa pekerjaan penuh waktu tradisional pada akhirnya mungkin akan menjadi usang, sementara 39% sudah bekerja freelance atau berencana segera memulainya.
Ketika pasar kerja terus berubah, pekerja seperti Gomillion dan Hoo mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian dengan membangun sumber penghasilan alternatif yang memungkinkan mereka beradaptasi lebih cepat jika diperlukan. Hal ini memunculkan pertanyaan penting bagi perusahaan: bagaimana mereka harus merespons tren yang terus berkembang ini?
“Kuncinya adalah menjaga jalur komunikasi tetap terbuka,” kata Paul Wolfe, mantan chief human resources officer dan penulis buku Human Beings First. Ia menyarankan bahwa perusahaan sebenarnya dapat memperoleh manfaat ketika karyawan menjalani pekerjaan tambahan yang membantu mereka mengembangkan keterampilan baru dan memperluas kemampuan.
Terkait perlu atau tidaknya mengungkapkan side hustle kepada perusahaan, Wolfe menyarankan pendekatan yang terbuka dan langsung.
“Mari kita bicarakan secara terbuka. Jika ada masalah yang muncul, kita sepakat untuk menanganinya bersama,” ujarnya.
Bagi Gomillion, income stacking tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membentuk arah karier masa depannya. Ia berharap dapat terus bekerja di bidang produksi audiovisual setelah lulus.
“Dalam setiap pekerjaan, saya bisa mempelajari cara kerja software atau hardware tertentu,” jelasnya.