Qaplo.com – Ahli gizi dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Mita Arini, S.Gz, menekankan bahwa banyak bahan pangan lokal kaya protein dan kalsium yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tanpa harus bergantung pada susu sapi.
Menurut Mita, Indonesia memiliki beragam sumber pangan yang mampu menyediakan protein dan kalsium. Tempe, tahu, telur ayam, daging ayam, kacang-kacangan, serta ikan seperti kembung, lele, dan teri merupakan contoh pilihan yang baik. Selain itu, bahan-bahan tersebut juga mengandung vitamin dan berbagai zat gizi mikro penting.
Ia menambahkan, sayuran hijau seperti daun katuk, bayam, dan brokoli bisa menjadi alternatif sumber kalsium. Untuk pengganti susu, sari kedelai yang telah diperkaya kandungan gizinya dapat dijadikan opsi. Kandungan protein dalam 100 ml susu sapi segar sekitar 3,2 gram, sementara sari kedelai mencapai 3,5 gram. Adapun susu almond hanya mengandung sekitar 0,6 gram protein sehingga kurang tepat dijadikan sumber utama.
Mita mengingatkan bahwa protein hewani memiliki asam amino lebih lengkap dibandingkan protein nabati, sehingga lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan anak. Namun, ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan alergi. Gejala alergi dapat berupa ruam, gatal, biduran, muntah, diare, perut kembung, batuk, atau sesak napas. Pada sebagian anak, bisa muncul pembengkakan di bibir atau kelopak mata serta menjadi lebih rewel.
Selain itu, Mita menegaskan perlunya penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. Pedoman tersebut mencakup konsumsi makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, serta buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral.
Dengan memanfaatkan kombinasi pangan lokal tersebut, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara optimal.






